Skip to content

Commit

Permalink
Update Daily Devotional
Browse files Browse the repository at this point in the history
  • Loading branch information
github-actions[bot] committed Nov 7, 2024
1 parent b9546d0 commit a3b58dd
Showing 1 changed file with 3 additions and 3 deletions.
6 changes: 3 additions & 3 deletions README.md
Original file line number Diff line number Diff line change
@@ -1,9 +1,9 @@

# Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus. [[Yesaya 44:3](http://alkitab.sabda.org/?Yesaya%2044:3)] [1]
# Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku. [[Yesaya 49:16](http://alkitab.sabda.org/?Yesaya%2049:16)]

![Header Image](https://alkitab.app/slice/sunrise.jpg)

> Rabu, 6 November 2024
> Kamis, 7 November 2024
Saat seorang percaya jatuh ke dalam keadaan yang sedih dan terpuruk, sering kali ia mencoba untuk mengangkat kembali dirinya dengan cara menghukum dirinya sendiri dengan ketakutan yang muram dan gelap. Itu bukan cara untuk bangkit dari keterpurukan, itu hanya melanjutkan keterpurukan itu. Bagaikan merantai sayap elang agar ia dapat terbang, demikianlah keraguan meningkatkan kasih karunia kita. Bukan hukum, melainkan injillah yang pertama menyelamatkan jiwa yang mencari; dan bukanlah perbudakan hukum, melainkan kemerdekaan injillah yang dapat memulihkan orang percaya setelah dia terpuruk. Ketakutan seorang budak tidak membawa seorang penyeleweng kembali kepada Allah, tetapi rayuan kasih yang manis menarik dia ke pelukan Yesus. Apakah engkau haus akan Allah yang hidup pagi ini, dan tidak bahagia karena engkau tidak mendapatkan-Nya sebagai sukacita hatimu? Apakah engkau sudah kehilangan sukacita agamamu, dan apakah ini doamu, "Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu" [[Mazmur 51:12](http://alkitab.sabda.org/?Mazmur%2051:12)]? Apakah engkau menyadari juga gersangnya dirimu, seperti tanah yang kering; bahwa engkau tidak berbuah bagi Allah, yang mana Allah berhak atasnya; bahwa engkau tidak terlalu berguna dalam Gereja, atau dalam dunia ini, seperti yang diharapkan hatimu? Maka ini tepatnya janji yang engkau perlukan, "Aku akan mencurahkan air ke atas tanah yang haus." Engkau akan menerima anugerah yang sangat engkau perlukan, dan engkau akan mendapatinya sebanyak yang engkau perlukan. Air menyegarkan orang yang haus: engkau akan disegarkan; hasratmu akan dipuaskan. Air membangunkan hidup sayuran yang tertidur: hidupmu akan dibangunkan oleh anugerah yang baru. Air membesarkan tunas dan mematangkan buah; engkau akan memiliki anugerah yang membuatmu berbuah; engkau akan dibuat berbuah dalam jalan Allah. Apapun kualitas baik yang ada dalam anugerah ilahi, engkau akan menikmatinya sepenuhnya. Engkau akan menerima semua kekayaan anugerah ilahi dengan berlimpah; engkau akan sampai basah kuyup dengan anugerah itu: dan terkadang padang rumput dibanjiri oleh ledakan air sungai, dan ladang-ladang itu berubah menjadi kolam air, begitu pula engkau — tanah yang haus akan menjadi sumber-sumber air.
Tentunya sebagian dari keheranan yang berpusat pada kata “Lihat,” digemparkan oleh ratapan ketidakpercayaan dari kalimat sebelumnya. Sion berkata, "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." [[Yesaya 49:14](http://alkitab.sabda.org/?Yesaya%2049:14)] Betapa mengejutkannya pikiran Ilahi pada ketidakpercayaan yang jahat ini. Apa lagi yang bisa lebih mengherankan daripada ketidakpercayaan dan ketakutan yang tak beralasan dari umat yang kepadanya Allah berkenan? Kata-kata teguran Tuhan yang penuh kasih ini seharusnya membuat kita tersipu; Ia berseru, “Bagaimana mungkin Aku melupakanmu, ketika Aku sudah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku? Betapa beraninya engkau meragukan Aku yang selalu mengingatmu, padahal tanda peringatan itu sudah ditetapkan di dalam daging-Ku sendiri?” Oh ketidakpercayaan, betapa aneh nan ajaib engkau! Kita tidak tahu mana yang lebih mengherankan, kesetiaan Allah atau ketidakpercayaan umat-Nya. Ia memenuhi janji-Nya seribu kali, dan masih saja dalam ujian selanjutnya kita lagi-lagi meragukan-Nya. Ia tidak pernah gagal ataupun mengecewakan; Ia tidak pernah merupakan sumur yang kering; Ia tidak pernah merupakan matahari yang terbenam, meteor yang lewat saja, atau uap yang meleleh; tapi tetap saja kita selalu dipenuhi dengan keraguan, dianiaya kesangsian, dan terganggu oleh ketakutan, seakan-akan Allah kita sekadar fatamorgana gurun. “Lihat,” adalah kata yang dimaksudkan untuk memancing kekaguman. Di sini tentunya kita memiliki tema kekaguman. Langit dan bumi pun takjub bahwa pemberontak-pemberontak bisa mendapatkan kedekatan dengan hati kasih-Nya yang tidak terhingga sampai-sampai ditulis di telapak tangan-Nya. “Aku sudah melukiskan engkau.” Tidak dikatakan, “namamu.” Namamu tentunya ada, tetapi itu belum semua: “Aku sudah melukiskan engkau.” Lihatlah betapa penuhnya perkataan itu! Aku sudah melukiskan dirimu, gambaranmu, kejadianmu, situasi-situasimu, dosa-dosamu, godaan-godaanmu, kelemahan-kelemahanmu, kebutuhan-kebutuhanmu, perbuatan-perbuatanmu; Aku sudah melukiskan engkau, semuanya tentang engkau, apapun mengenai engkau; Aku sudah menaruh engkau seluruhnya di sana. Akankah engkau mengatakan lagi bahwa Allah sudah melupakan engkau ketika Ia sudah melukiskan engkau di telapak tangan-Nya sendiri?

0 comments on commit a3b58dd

Please sign in to comment.